Gandeng Pemkot Cimahi, Kemenkeu Gelar Edukasi Literasi Keuangan dan Sosialisasi APBN

1004145149

Wali Kota Cimahi Ngatiyana (batik coklat) didampingi Sekda Cimahi Maria Fitriana menerima plakat penghargaan dari Perwakilan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (batik merah)

 

CIMAHI, SalZa News – Di tengah pusaran dinamika ekonomi global yang terus berubah, literasi keuangan kini menjadi pilar krusial demi menciptakan masyarakat yang mandiri secara finansial sekaligus cerdas dalam mengambil keputusan investasi.

 

Pemahaman yang mendalam mengenai pengelolaan dana dan pembiayaan negara juga krusial agar masyarakat dapat terlibat aktif menyokong roda pembangunan nasional.

 

Didasari oleh semangat itu, Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Cimahi menyelenggarakan kegiatan Edukasi Literasi Keuangan dan Sosialisasi APBN serta Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI030.

 

Acara tersebut berlangsung pada Kamis (16/7/2026) di Aula Gedung A Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi. Agenda ini dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, elemen Forkopimda, instansi vertikal, serta beragam pemangku kepentingan.

 

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi memperluas wawasan publik terkait fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus mengenalkan instrumen investasi yang produktif dan aman.

 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Keuangan atas kepercayaan memilih Kota Cimahi sebagai lokasi edukasi ini.

 

“Sering kali masyarakat memandang APBN hanya sebagai dokumen berisi angka-angka. Padahal sesungguhnya APBN merupakan instrumen utama negara yang bekerja untuk melindungi masyarakat sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan nasional,” ungkap Ngatiyana.

 

1004145150

Ia menguraikan bahwa lewat instrumen APBN, pemerintah mendanai bermacam sektor vital, di antaranya pendidikan dan pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, dan penguatan ketahanan nasional.

 

Oleh sebab itu, ia menilai masyarakat wajib memahami bahwa tiap-tiap kebijakan fiskal yang diputuskan pemerintah bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.

 

Ngatiyana juga mencermati situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian akibat fluktuasi nilai tukar, tekanan inflasi, hingga perlambatan ekonomi dunia. Kendati demikian, ia bersyukur karena fundamental ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang aman dan terjaga.

 

Menurutnya, stabilitas ini tercipta berkat pengelolaan kebijakan fiskal yang hati-hati, termasuk manajemen pembiayaan negara yang akuntabel dan profesional.

 

“Saya berharap masyarakat Kota Cimahi semakin cerdas secara finansial, semakin bijak dalam berinvestasi, dan semakin aktif mendukung pembangunan nasional. Kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran negara, tetapi juga oleh tingkat pemahaman masyarakat terhadap bagaimana anggaran tersebut dihimpun, dikelola, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” pungkas Ngatiyana.

 

Pada kesempatan yang sama, Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Singgih Gunarsa, memaparkan keunggulan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel.

 

Menurutnya, instrumen pembiayaan ini tidak cuma aman dan ramah di kantong, tetapi juga menawarkan keuntungan ganda untuk masyarakat. Selain mendapat imbal hasil (kupon) yang kompetitif, investor secara otomatis berpartisipasi langsung dalam menyokong pendanaan pembangunan nasional lewat APBN.

 

Saat ini, pemerintah tengah meluncurkan Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI030 yang hadir dalam dua pilihan masa tenor:

 

1) ORI030-T3: Tenor 3 tahun dengan kupon tetap (fixed rate) sebesar 6,90 persen.

2) ORI030-T6: Tenor 6 tahun dengan kupon tetap (fixed rate) sebesar 7,00 persen.

 

“ORI030 menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat. Selain menawarkan kupon yang kompetitif, investasi ini juga dijamin oleh negara sehingga aman. Kami berharap semakin banyak masyarakat, khususnya dari Kota Cimahi dan sekitarnya, berpartisipasi membeli ORI030 sebagai bentuk investasi sekaligus dukungan terhadap pembiayaan pembangunan nasional,” tutur Singgih.

 

Singgih tidak menampik bahwa ORI030 diterbitkan sebagai salah satu alat pembiayaan APBN, mengingat postur anggaran negara saat ini masih mengalami defisit berkisar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

 

Namun, ia menegaskan angka ini masih bertengger di bawah batas aman maksimal yang ditetapkan regulasi fiskal, yakni tiga persen. Dengan demikian, kondisi keuangan Indonesia dipastikan tetap sehat dan terkontrol.

 

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pengelolaan utang pemerintah. Secara keseluruhan masih sangat terjaga dan dikelola secara hati-hati. Dana yang dihimpun melalui ORI digunakan untuk membiayai berbagai program prioritas pemerintah yang manfaatnya kembali kepada masyarakat,” terang Singgih.

 

Guna memperdalam pemahaman peserta, acara ini juga menyajikan sesi pemaparan materi komprehensif yang dibawakan oleh Analis Keuangan Negara Ahli Muda Direktorat Surat Utang Negara, Bahal A. Pranata.

 

Ia mengupas tuntas mengenai esensi literasi keuangan, strategi jitu membangun investasi yang sehat, karakteristik SBN Ritel, hingga panduan teknis tata cara pembelian ORI030.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *