Gerindra Cimahi Luruskan Isu Deklarasi Cawalkot Adhitia Yudisthira: Murni Silaturahmi dan Program Sosial

1004346367

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cimahi, H. Bambang Purnomo, yang juga Anggota DPRD Kota Cimahi

 

CIMAHI, SalZa News – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Cimahi memberikan tanggapan resmi mengenai kabar yang beredar di masyarakat terkait isu deklarasi pengusungan Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, sebagai calon Wali Kota Cimahi dari Partai Gerindra.

 

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cimahi, H. Bambang Purnomo, yang juga Anggota DPRD Kota Cimahi menyampaikan bahwa kabar yang beredar tersebut keliru dan tidak menggambarkan agenda kegiatan yang sebenarnya.

 

Bambang menegaskan bahwa acara yang diselenggarakan bersama Laskar Gerindra di GOR Ficka, Cigugur Tengah beberapa waktu lalu bukanlah panggung politik untuk mengumumkan pencalonan Adhitia Yudisthira dalam Pilkada mendatang.

 

“Perlu saya luruskan, tidak ada deklarasi pencalonan wali kota dalam kegiatan itu. Yang terjadi adalah silaturahmi dan pembahasan program sosial bersama Laskar Gerindra,” kata Bambang pada Rabu (29/7/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut sebetulnya merupakan wadah pembinaan internal bagi Laskar Gerindra. Pembentukan laskar ini sendiri diinstruksikan langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

 

1004346509
Penyerahan secara simbolis bantuan tong sampah organik dan anorganik dari Wawalkot Adhitia Yudisthira (tengah kiri atas) kepada Ketua DPC Gerindra Cimahi, H. Bambang Purnomo (tengah kanan atas), pada agenda silaturahmi dan pembinaan Laskar Gerindra di GOR Ficka, Cigugur Tengah (bawah)

 

Tujuan utama laskar tersebut adalah bertugas mengawal, mengawasi, serta memastikan berbagai program sosial dari pemerintah dapat disalurkan secara efisien dan tepat sasaran di tengah masyarakat.

 

Beberapa program prioritas yang difokuskan untuk dikawal meliputi;

 

• Makan Bergizi Gratis (MBG)

• Koperasi Desa Merah Putih

• Program Indonesia Pintar (PIP)

• Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan

• Program Keluarga Harapan (PKH)

 

“Laskar ini nantinya berkoordinasi sampai tingkat RT dan RW untuk membantu mengawal berbagai program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” terang Bambang.

 

Di luar agenda pengawasan program pemerintah, Bambang membeberkan bahwa fokus utama dalam pertemuan itu adalah gagasan kepedulian lingkungan dari Adhitia Yudisthira.

 

Adhitia mengusulkan gerakan kebersihan lewat pembagian 2.000 tong sampah (organik dan anorganik) yang bakal disebar ke tingkat RT dan RW di seluruh wilayah Kota Cimahi.

 

Bambang menjamin bahwa pengadaan sarana kebersihan tersebut bersumber dari dana pribadi Adhitia Yudisthira, bukan dari anggaran publik.

 

“Itu murni dari dana pribadi Pak Adhitia, bukan dari APBD Kota Cimahi. Ini perlu saya tegaskan agar tidak muncul kesalahpahaman di masyarakat,” ungkapnya.

 

Dalam pelaksanaannya nanti, Laskar Gerindra akan diterjunkan untuk membagikan tempat sampah tersebut sekaligus memberikan edukasi kepada warga mengenai tata cara pemilahan sampah organik dan anorganik.

 

Selain membahas program lingkungan, Adhitia Yudisthira yang hadir secara spontan juga memanfaatkan momen silaturahmi tersebut untuk menyapa, berdiskusi, dan membagikan door prize kepada para anggota Laskar Gerindra.

 

Langkah ini dilakukan sebagai wujud apresiasi atas antusiasme anggota laskar yang telah menyempatkan hadir dalam sesi pembinaan. Beberapa hadiah rumah tangga yang dibagikan mencakup kulkas, mesin cuci, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

 

“Suasananya saat itu lebih kepada silaturahmi dan kebersamaan. Pak Adhitia datang secara spontan, menyapa para anggota laskar, berdialog, sekaligus memberikan door prize sebagai bentuk penghargaan,” jelas Bambang.

 

Ia juga turut mengklarifikasi asumsi publik terkait narasi pengusungan pencalonan wali kota. Ia menegaskan bahwa pembicaraan mengenai peta politik Adhitia saat itu hanya sekadar perbincangan informal di luar agenda resmi.

 

“Kalau ada obrolan mengenai masa depan politik beliau, itu sifatnya biasa saja. Saya hanya menyampaikan bahwa beliau masih muda dan memiliki perjalanan politik yang panjang. Itu bukan deklarasi, apalagi keputusan partai,” seru Bambang.

 

Meski begitu, Bambang mengonfirmasi perkataannya kepada media bahwa elektabilitas Partai Gerindra berdasarkan survei nasional saat ini menyentuh angka 37%. Sementara di Kota Cimahi sendiri, hasil poling elektabilitas partai berada di angka 33%.

 

Melihat angka poling yang positif tersebut, Bambang sempat melontarkan obrolan santai bahwa tidak menutup kemungkinan Partai Gerindra ke depannya akan mengusung figur calon Wali Kota Cimahi yang berusia muda, pintar, serta kaya akan inovasi bagi warga Cimahi. Gagasan tersebut direspons positif (gayung bersambut) oleh Adhitia.

 

Namun, Bambang menekankan bahwa itu hanya percakapan santai mengingat pelaksanaan Pemilu masih terbilang jauh. Ia menduga salah tafsir di tengah publik dipicu oleh beredarnya foto lama yang kemudian dibubuhi narasi deklarasi politik.

 

“Kami menghormati kerja media. Namun kami merasa perlu memberikan klarifikasi agar informasi yang berkembang di masyarakat tetap proporsional dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” pungkas Bambang.

 

Melalui klarifikasi ini, DPC Partai Gerindra Kota Cimahi menegaskan kembali bahwa agenda bersama Laskar Gerindra sepenuhnya ditujukan untuk penguatan jajaran internal serta penyiapan program kemasyarakatan, bukan panggung pengumuman calon kepala daerah.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *