Ketua DPRD Cimahi, Wahyu Widyatmoko: Sampah Bukan Sekadar Masalah Kota, Tapi Tanggung Jawab Bersama

1002936782

Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko dari Fraksi PKS

 

CIMAHI, SalZa News – Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko dari Fraksi PKS, menyoroti persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di Kota Cimahi. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan reses Masa Persidangan I Tahun 2026.

 

Kegiatan reses yang dihadiri sekitar 100 konstituen dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4, meliputi Kelurahan Cibeber, Leuwigajah, dan Utama ini, digelar di Valore Hotel Cimahi, Jl. Baros No. 57, Cimahi Selatan, Minggu (26/4/2026).

 

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

 

“Permasalahan sampah ini menjadi masalah kita bersama. Jadi beban ini harus kita tanggung bersama, termasuk masyarakat,” ujarnya.

 

Ia mengakui, Pemerintah Kota Cimahi telah berulang kali mengeluarkan berbagai program penanganan sampah. Namun, hingga saat ini persoalan tersebut belum terselesaikan secara tuntas.

 

1002936785
Wahyu Widyatmoko foto bersama konstituennya

Menurutnya, kunci utama penyelesaian masalah sampah terletak pada perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam hal kedisiplinan memilah sampah dari rumah tangga.

 

“Kalau kita semua sudah disiplin memilah sampah, organik dan anorganik, saya yakin persoalan ini bisa selesai. Sebenarnya tidak berat, hanya mengubah kebiasaan saja,” katanya.

 

Wahyu mencontohkan hal sederhana seperti membuang botol air mineral ke tempat yang sudah dipisahkan sesuai jenisnya. Ia menilai, masyarakat hanya perlu mengalihkan kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi lebih teratur.

 

Namun demikian, ia juga mengakui bahwa tingkat kesadaran masyarakat masih menjadi kendala utama. Hal ini terlihat dari masih banyaknya tumpukan sampah di gang-gang lingkungan warga.

 

“Masalahnya karena kesadaran kita semua belum sampai pada titik bahwa sampah adalah masalah pribadi yang harus diselesaikan masing-masing. Kalau kesadaran itu sudah ada, saya yakin tidak akan ada sampah berserakan,” ungkapnya.

 

1002936784
Wahyu Widyatmoko foto bersama konstituennya

Sebagai solusi, Wahyu mendorong adanya pengelolaan sampah berbasis lingkungan terkecil, yakni tingkat RT. Ia mengusulkan agar setiap lingkungan memiliki sistem pengelolaan sampah organik untuk diolah menjadi kompos atau pupuk cair.

 

“Di tingkat RT bisa disiapkan wadah khusus untuk sampah organik, seperti sisa dapur. Nanti bisa diolah menjadi kompos. Ini langkah kecil tapi berdampak besar,” jelasnya.

 

Selain persoalan sampah, dalam reses tersebut Wahyu juga menerima berbagai aspirasi masyarakat lainnya, mulai dari perbaikan jalan, penerangan jalan umum (PJU), hingga program rumah tidak layak huni (rutilahu).

 

“Aspirasi yang masuk cukup beragam, semuanya kita tampung. Nanti akan kita rangkum bersama anggota dewan lainnya untuk diajukan ke pemerintah kota,” katanya.

 

Di akhir kegiatan, Wahyu mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah sebagai langkah awal perubahan.

 

“Harapan saya sederhana, mulai dari sekarang biasakan memilah sampah. Organik dan anorganik. Itu dulu saja, nanti ke depan pasti ada perkembangan,” pungkasnya.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *