TKA SMP di Cimahi Berjalan Lancar, Wakil Wali Kota Soroti Fungsinya untuk Seleksi Jalur Prestasi

1002769689

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira (tengah) didampingi Kadisdik Kota Cimahi, Nana Suyatna (kanan) usai memantau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik tingkat SMP tahun 2026

 

CIMAHI, SalZa News – Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP tahun 2026 di sejumlah sekolah, Senin (6/4/2026).

 

Pemantauan tersebut mencakup beberapa sekolah negeri di Kota Cimahi, di antaranya SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, dan SMP Negeri 6. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi akhir bagi siswa kelas 9, serta diberlakukan secara setara untuk siswa kelas 6 SD dan MTs hingga pertengahan Juni 2026.

 

Adhitia menegaskan bahwa TKA memiliki peranan penting, khususnya bagi peserta didik yang berencana melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi ke jenjang SMA. Menurutnya, hasil TKA menjadi salah satu acuan utama dalam proses seleksi masuk sekolah tujuan.

 

Ia menjelaskan bahwa materi ujian difokuskan pada dua aspek utama, yaitu numerasi yang berkaitan dengan kemampuan Matematika, serta literasi yang mencakup pemahaman Bahasa Indonesia.

 

1002769657
Adhitia Yudhistira saat memantau langsung pelaksanaan TKA SMP

Pelaksanaan TKA di Cimahi dilakukan secara bertahap dengan sistem bergelombang. Bahkan dalam satu sekolah, ujian dapat dibagi ke dalam dua sesi dalam satu hari guna menyesuaikan kapasitas serta kesiapan sarana dan prasarana yang tersedia.

 

Lebih lanjut, Adhitia menilai TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga sebagai instrumen evaluasi bagi pemerintah daerah. Dari hasil ujian tersebut, pihaknya dapat mengidentifikasi kecenderungan kekuatan maupun kelemahan masing-masing sekolah, baik dalam aspek numerasi maupun literasi.

 

Ia menambahkan, data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pendidikan ke depan, termasuk penyelarasan dengan program pembinaan dan dukungan dari pemerintah pusat agar lebih tepat sasaran.

 

Selain menilai aspek akademik, TKA juga mempertimbangkan faktor karakter siswa serta kondisi lingkungan sekolah. Hal ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap kualitas pendidikan secara keseluruhan.

 

Terkait pelaksanaan di lapangan, Adhitia memastikan seluruh sekolah yang dipantau berada dalam kondisi siap, tanpa kendala berarti, baik dari sisi perangkat maupun sistem yang digunakan.

 

Ia juga menegaskan bahwa TKA bukan merupakan kewajiban bagi seluruh siswa. Ujian ini hanya diikuti oleh peserta didik yang memilih jalur prestasi sebagai opsi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *