41.387 Warga Cimahi Terima 827 Ton Beras dan 165 Ribu Liter Minyak Goreng CPP
Asminum Setda Kota Cimahi Mohammad Ronny, didampingi Kadispangtan Kota Cimahi, Tita Mariam saat menyalurkan bantuan pangan CPP kepada warga penerima manfaat
CIMAHI, SalZa News – Pemerintah Kota Cimahi resmi memulai distribusi bantuan pangan dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan minyak goreng untuk puluhan ribu warga penerima manfaat.
Peluncuran program tersebut digelar di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kamis (9/4). Inisiatif ini dihadirkan untuk memperkuat ketahanan pangan serta meringankan beban pengeluaran masyarakat.
Mewakili Wali Kota Cimahi, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cimahi Mohammad Ronny, didampingi Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Tita Mariam, menegaskan bahwa memastikan ketersediaan pangan masyarakat, khususnya kelompok rentan, merupakan prioritas utama pemerintah.

Ia menyebut program CPP sebagai instrumen strategis negara untuk mengantisipasi kerawanan pangan sekaligus menjaga kestabilan harga bahan pokok di tengah dinamika ekonomi.
“Penyaluran cadangan pangan ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mencegah terjadinya kerawanan pangan. Ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat,” kata Ronny.
Bantuan yang didistribusikan mencakup total 827.740 kilogram beras dan 165.548 liter minyak goreng untuk 41.387 penerima bantuan pangan (PBP) di Kota Cimahi.
Setiap PBP menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Pada penyaluran kali ini, bantuan diberikan sekaligus untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026.
Program ini menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional yang memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk mendistribusikan cadangan pangan ke daerah. Pelaksanaannya melibatkan sinergi Pemkot Cimahi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bulog, Forkopimda, hingga mitra distribusi logistik.

Ronny menekankan bahwa bantuan pangan CPP tidak hanya meringankan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjadi langkah pengendalian inflasi daerah. Dengan terjaminnya pasokan bahan pokok, daya beli masyarakat diharapkan tetap stabil.
“Program ini diharapkan mampu mengurangi tekanan ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas harga, sekaligus melindungi produsen dan konsumen,” ujarnya.
Pemerintah juga memastikan ketepatan sasaran melalui data penerima yang sudah diverifikasi. Distribusi diupayakan berjalan lancar dan tepat waktu agar manfaatnya langsung dirasakan warga.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bandung, Ratih Rachmawati, menyatakan stok beras dalam kondisi aman. Bulog saat ini memanfaatkan masa panen untuk memperkuat cadangan gabah dan beras.
“Pada bulan-bulan ini stok justru meningkat. Kami memanfaatkan masa panen untuk menambah cadangan gabah dan beras. Saat ini, cadangan pangan kami cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 sampai 11 bulan ke depan,” jelasnya.
Terkait mutu, Ratih menegaskan beras yang disalurkan adalah beras medium sesuai standar pemerintah.
“Kualitas beras berada pada kategori medium dengan batas maksimum butir patah sesuai standar, sehingga tetap layak dan aman dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.
Selain distribusi bantuan, Bulog membuka peluang intervensi pasar lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program itu akan dijalankan bersama Pemkot Cimahi, termasuk melalui gerakan pangan murah untuk menjaga keterjangkauan harga di masyarakat.
Ronny kembali menambahkan bahwa bantuan pangan ini memiliki dua fungsi: meringankan beban rumah tangga dan mengendalikan inflasi daerah. Dengan pasokan bahan pokok yang terjamin, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga.
“Program ini diharapkan mampu mengurangi tekanan ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas harga, sekaligus melindungi produsen dan konsumen,” pungkasnya.
(Sinta)
