Yayasan Rose Citra Mandiri Gandeng Kemensos dan PYI Gelar Khitanan Massal, Pemkot Cimahi Diharapkan Perkuat Dukungan

1002910337

Ketua Yayasan Rose Citra Mandiri, Rose Else, M.Pd, foto bersama salah satu peserta khitanan massal dan orang tua

 

CIMAHI, SalZa News – Yayasan Rose Citra Mandiri kembali menggelar kegiatan khitanan massal di kantor yayasan, Jalan Torobosan RT 03 RW 12, Cipageran, Cimahi Utara, Jum’at (24/4/2026).

 

Peserta khitanan tidak hanya berasal dari Kota Cimahi, tetapi juga dari Kabupaten Bandung, mengingat Yayasan Rose Citra Mandiri memiliki cabang di wilayah tersebut. Hal ini menegaskan bahwa cakupan kegiatan yayasan tidak lagi terbatas di tingkat kota, melainkan telah menjangkau wilayah Jawa Barat.

 

Kegiatan diawali dengan pengajian yang diikuti oleh ibu-ibu majelis taklim, sekaligus proses registrasi peserta khitan. Dalam rangkaian pengajian tersebut, juga disuguhkan tausiah atau ceramah agama dengan menghadirkan seorang ustadz, yang memberikan pesan-pesan keagamaan dan motivasi kepada para peserta serta orang tua.

 

1002910338
Hiburan qasidah ibu-ibu pengajian (kanan atas), hiburan badut untuk anak-anak (kiri atas), dan proses khitan pada anak (bawah)

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, H. Totong Solehudin, serta sambutan dari Ketua Yayasan Rose Citra Mandiri, Rose Else, M.Pd.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Sosial melalui UPT Sentra Abiyoso, Anisa Nurjanah, Penyuluh Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Jawa Barat, Serlyn Souisa, Supervisor Pemberdayaan Panti Yatim Indonesia (PYI) Kota Bandung, Tedi, Kepala Sub Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama Kesbangpol Cimahi, Kelik Andhi Yanto selaku Binwil, para donatur, tamu undangan, serta orang tua peserta khitan.

 

Memasuki acara inti, proses khitanan massal dilakukan secara bertahap sesuai urutan peserta. Suasana kegiatan dibuat hangat dan menghibur, di mana selama proses berlangsung, anak-anak dan keluarga disuguhkan lantunan sholawat serta qasidah dari ibu-ibu pengajian.

 

Selain itu, panitia juga menghadirkan hiburan badut untuk mengurangi rasa tegang anak-anak yang akan maupun sedang dikhitan. Acara semakin meriah dengan penampilan hiburan musik bernuansa Sunda di penghujung kegiatan.

 

Sebagai bentuk kepedulian, setiap anak yang mengikuti khitanan massal mendapatkan fasilitas berupa makanan, snack, uang santunan, serta bingkisan.

 

1002910341
Ketua Yayasan Rose Citra Mandiri, Rose Else, M.Pd.

Ketua Yayasan Rose Citra Mandiri, Rose Else, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tanggal 24 April sebagai bentuk penghormatan atas hari lahir almarhum putranya, Roja Rizki.

 

“Ini agenda tetap kami setiap tahun. Selain mengenang almarhum anak saya, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian kami terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, awalnya sekretariat yayasan dipersiapkan untuk sang anak. Namun setelah kepergian almarhum, tempat tersebut kini dimanfaatkan untuk kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Pada kegiatan tahun ini, sebanyak 24 anak mengikuti khitanan massal, mulai dari usia balita sekitar 2 tahun hingga anak usia sekolah dasar. Bahkan, terdapat anak yang sempat terkendala administrasi tetap diikutsertakan karena pertimbangan kemanusiaan.

 

“Secara aturan memang harus ada administrasi seperti NIK, tapi karena ini kegiatan sosial, kami tidak bisa menolak. Anak tersebut tetap kami bantu,” ungkapnya.

 

Sebelum pelaksanaan khitan, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi mereka layak untuk menjalani tindakan medis.

 

Selain khitanan massal, Yayasan Rose Citra Mandiri juga memiliki berbagai program sosial lainnya, seperti pernikahan massal yang rutin digelar setiap 22 Desember di Pendopo, serta program isbat nikah bagi masyarakat yang membutuhkan legalitas pernikahan.

 

Tidak hanya itu, yayasan juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui program LPK dan LKP yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu dan putus sekolah, khususnya perempuan, agar memiliki keterampilan dan menjadi lebih produktif.

 

“Kami ingin membentuk perempuan yang mandiri dan memiliki kompetensi, sehingga bisa menghasilkan dan meningkatkan taraf hidupnya,” tambahnya.

 

Menariknya, seluruh kegiatan yayasan ini murni didanai secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

 

“Ini bukan disumbang oleh pemerintah, tapi justru kami yang ikut berkontribusi untuk masyarakat. Semua yang saya lakukan didasari rasa suka berbagi,” katanya.

 

Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sentra Abiyoso di Cimahi serta Panti Yatim Indonesia (PYI) Kota Bandung, dengan dukungan para donatur.

 

Dalam kegiatan khitanan massal ini, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat turut hadir dan terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari sinergi dan dukungan terhadap lembaga kesejahteraan sosial.

 

Rose Else berharap ke depan adanya dukungan yang lebih luas dari pemerintah, baik di tingkat kota maupun provinsi, agar lembaga kesejahteraan sosial (LKS) dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

 

“Saya berharap pemerintah bisa lebih mendukung LKS seperti kami agar tidak berjalan sendiri, sehingga kolaborasi ini bisa terus terjaga dan berkembang,” ungkapnya.

 

1002910340
Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, H. Totong Solehudin

Kadinsos Kota Cimahi, Totong Solehudin, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam membantu masyarakat.

 

“Alhamdulillah, kita bersyukur masih ada yayasan yang peduli. Ini membuktikan bahwa kolaborasi bisa menyelesaikan banyak masalah, atau setidaknya membuat keadaan menjadi lebih baik,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Yayasan Rose Citra Mandiri sebagai inisiator, Kementerian Sosial melalui UPT Sentra Abiyoso, Dinas Sosial, Badan Kesbangpol, hingga para donatur baik individu maupun organisasi.

 

“Inilah bukti kolaborasi. Yang paling bahagia tentu anak-anak yang dikhitan beserta keluarganya. Tahun ini ada 24 anak yang mengikuti kegiatan,” tambahnya.

 

Totong juga menekankan pentingnya khitan sebagai bagian dari ajaran agama.

 

“Khitan adalah sunnah Rasul. Ini menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Harapan kita, anak-anak ini kelak menjadi pribadi yang soleh, apapun profesinya, baik itu PNS, TNI, Polri, maupun profesi lainnya,” ujarnya.

 

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan di masa mendatang, dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai pihak.

 

“Kegiatan ini harus terus berlanjut. Selama ada kolaborasi, pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Dinas Sosial tentu akan terus mendukung sesuai kemampuan,” pungkasnya.

 

1002910339
Ketua Yayasan foto bersama Penyuluh Sosial Ahli Muda Dinsos Jabar, Serlyn Souisa (batik) dan tim

Sementara itu, Penyuluh Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Jawa Barat, Serlyn Souisa, menilai Yayasan Rose Citra Mandiri sebagai salah satu Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang aktif di tingkat provinsi.

 

“Dari ribuan LKS di Jawa Barat, hanya sebagian kecil yang menjadi kewenangan provinsi, dan Yayasan Rose Citra Mandiri termasuk yang aktif serta banyak membantu pemerintah,” jelasnya.

 

Ia juga mengungkapkan rencana kolaborasi lanjutan dalam program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan “kampung sosial” di Kabupaten Sumedang, serta rencana pelatihan keterampilan seperti make up artist (MUA).

 

“Harapannya yayasan ini terus berkembang dan ke depan bisa menjadi lembaga berskala nasional,” tutupnya.

 

Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sebagai wujud nyata sinergi antara lembaga sosial dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *