Hardiknas 2026, Wakil Ketua DPRD Agung Yudaswara Dorong Pendidikan Berkualitas dan Merata di Cimahi

1003354646

Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi, Agung Yudaswara

 

CIMAHI, SalZa News – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat kualitas pendidikan yang merata dan inklusif.

 

Momentum yang diperingati setiap 2 Mei itu dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi harus menjadi langkah nyata dalam membangun sumber daya manusia unggul di masa depan.

 

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi, Agung Yudaswara. Ia menegaskan, pendidikan memiliki posisi sangat penting dalam menciptakan generasi yang mampu bersaing di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

 

Menurut Agung, tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, mencerminkan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam memajukan dunia pendidikan.

Ia berpandangan, peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

 

Dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, tenaga pendidik, akademisi, hingga unsur legislatif agar sistem pendidikan berjalan lebih baik dan merata.

 

“Hardiknas harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan. Seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kota Cimahi, perlu mempererat kolaborasi lintas sektor demi menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026).

 

Agung menyebut, secara konstitusi negara telah memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan. Hal itu tertuang dalam Pasal 31 UUD 1945 yang mengamanatkan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan, sekaligus kewajiban pemerintah dalam menyelenggarakan sistem pendidikan nasional.

 

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga diwajibkan mengalokasikan minimal 20 persen anggaran APBD untuk sektor pendidikan. Menurutnya, anggaran tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal guna mendukung berbagai kebutuhan pendidikan di daerah.

 

“Anggaran pendidikan 20 persen dari APBD bukan sekadar formalitas administratif. Itu harus mampu menopang operasional sekolah, kesejahteraan tenaga pendidik, penguatan sarana-prasarana, hingga bantuan pendidikan seperti Dana BOS,” ujarnya.

 

Ia menilai, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik sekolah. Pemerataan akses pendidikan juga harus menjadi prioritas agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas.

 

Agung menambahkan, pendidikan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berpengaruh besar terhadap peningkatan kualitas hidup serta daya saing daerah di masa depan.

 

“Pendidikan adalah kebutuhan dasar yang penting untuk membentuk sumber daya manusia unggul, berkualitas, dan berdaya saing di era kompetitif seperti sekarang,” tuturnya.

 

Karena itu, dirinya mendorong adanya sinergi konkret antara pemerintah daerah, DPRD, akademisi, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam memastikan layanan pendidikan yang adil dan berkualitas dapat dirasakan seluruh warga Kota Cimahi.

 

Ia berharap, Hardiknas 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan pendidikan yang benar-benar berpihak kepada kebutuhan masyarakat, bukan hanya sekadar peringatan tahunan semata.

 

“Peran aktif pemerintah, legislatif, akademisi, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan warga Cimahi mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan,” pungkasnya.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *