Martunas Sitompul Lanjutkan Kepemimpinan Periode Kedua, Ajak Anggota Bangun “Sitompul Juara”
Martunas Sitompul br. Manurung, Ketua Umum Terpilih Punguan Raja Sitompul Boru/Bere Bandung, Cimahi dan Sekitarnya periode 2026–2030
BANDUNG, SalZa News – Martunas Sitompul br. Manurung kembali terpilih sebagai Ketua Umum Punguan Raja Sitompul Boru/Bere Bandung, Cimahi dan Sekitarnya periode 2026–2030 dalam acara Pesta Doa Bersama Awal Tahun (Bona Taon) 2026 yang digelar di Aula Gedung Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Jalan Dr. Setiabudi No. 186, Kota Bandung, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB tersebut mengusung tema “Indahnya Kerukunan Persaudaraan” dengan subtema “Semakin Rukun, Saling Mengenal, Saling Membantu, dan Tetap Mengingat Kampung Halaman (Bonapasogit)”.
Acara berlangsung meriah dan penuh nuansa kekeluargaan khas Batak. Kegiatan diawali dengan penyambutan tamu melalui tortor somba, dilanjutkan doa syafaat, penampilan koor kaum bapa dan ibu, renungan, hingga prosesi adat dan pelantikan pengurus baru.

Prosesi pelantikan dimulai dengan laporan pertanggungjawaban pengurus lama, pemberian kenang-kenangan, pembacaan naskah pelantikan, penyerahan tongkat kepemimpinan, serta pemasangan surtop oleh tetua adat.
Ketua Panitia Bona Taon 2026, Edison Sitompul br. Natamba mengatakan kegiatan tersebut menjadi agenda rutin empat tahunan sekaligus momentum mempererat hubungan kekeluargaan keluarga besar Sitompul boru/bere di Bandung Raya dan sekitarnya.
“Tujuannya untuk mengumpulkan seluruh anggota Sitompul boru/bere di Bandung, Cimahi, Padalarang hingga daerah sekitar seperti Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran,” ujar Edison.

Ia menyebut jumlah anggota punguan (perkumpulan-red) saat ini mencapai sekitar 200 kepala keluarga (KK). Kegiatan tersebut dibiayai melalui kontribusi anggota serta bantuan para donatur.
Edison juga menjelaskan bahwa masa kepengurusan dalam punguan berlangsung selama 4 tahun dan ketua dapat kembali dipilih hingga maksimal 2 periode.
“Periode kepengurusan sekarang 2026 sampai 2030,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum terpilih, Martunas Sitompul mengungkapkan rasa syukur karena kembali dipercaya memimpin punguan untuk periode kedua setelah sebelumnya menjabat pada periode 2022–2026.
“Sebagai Ketua periode 2022–2026 dan sekarang kembali dipercaya untuk 2026–2030, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh anggota dan penasihat,” ujarnya.

Menurut Martunas, punguan merupakan organisasi sosial dan kekeluargaan yang bertujuan mempererat persaudaraan serta melestarikan adat Batak di tanah perantauan.
“Kita ini organisasi sosial satu marga. Yang paling utama adalah menjalankan sosial di marga dan meningkatkan adat-adat Batak di Bandung ini,” katanya.
Ia menambahkan, kepengurusan baru diisi oleh orang-orang yang dinilai loyal dan mampu bersinergi demi mewujudkan visi “Sitompul Juara”.
“Kalau kita ingin Sitompul juara, itu harus dicapai dengan kerja sama antara pengurus, penasihat dan seluruh anggota punguan,” tuturnya.
Martunas juga menyebut salah satu capaian penting pada kepengurusan sebelumnya ialah terbentuknya kader Raja Parhata dari seluruh cabang Sitompul.
“Sekarang sudah ada Raja Parhata dari Sitompul Lumbantoruan, Lumbandolok, Siringkiron dan Sibangebange. Ini penting karena dipakai dalam setiap kegiatan adat Batak,” jelasnya.
Selain itu, ia menegaskan kegiatan sosial akan tetap menjadi fokus utama organisasi, baik dalam kegiatan suka maupun duka bagi anggota.
“Kami menjalankan kegiatan sosial kepada anggota, baik saat ada yang sakit maupun dalam acara duka dan sukacita,” katanya.
Di akhir sambutannya, Martunas mengajak seluruh anggota tetap bersatu setelah proses pemilihan selesai.
“Kita harus satu untuk memajukan Sitompul menjadi juara. Tidak boleh ada pengelompokan di tubuh organisasi. Karena kalau bukan Sitompul sendiri yang memajukan Sitompul, siapa lagi,” pungkasnya.

Salah satu penasihat punguan, St Epson Sitompul br. Sibuea menilai kepemimpinan Martunas Sitompul selama periode 2022–2026 berjalan cukup baik dan mampu merangkul seluruh lapisan anggota.
“Beliau mendengar aspirasi seluruh anggota, baik dongan tubu, boru maupun bere, dalam mengambil keputusan untuk menjalankan amanat sebagai Ketua Umum Raja Sitompul Boru Bere se-Bandung Raya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemilihan ketua umum dilakukan melalui mekanisme voting karena terdapat dua kandidat calon ketua dan musyawarah mufakat dinilai sulit tercapai.
Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pemilihan dilakukan oleh enam penasihat aktif yang mewakili beberapa cabang Sitompul, yakni Sitompul Lumbantoruan, Lumbandolok, Siringkiron, dan Sibangebange.
Namun dalam pelaksanaannya, satu penasihat tidak mengikuti proses pemilihan karena menilai mekanisme tersebut tidak sesuai dengan AD/ART, sehingga hanya lima suara yang masuk dalam proses voting.
“Dari lima suara yang masuk, empat suara memilih nomor urut dua, sehingga itulah yang menjadi pemenang dan terpilih sebagai ketua sekarang,” jelasnya.
Menurutnya, sejumlah capaian organisasi juga mulai terlihat selama kepengurusan sebelumnya, mulai dari pembentukan Raja Parhata dari seluruh cabang Sitompul, pendataan anggota, hingga transparansi laporan keuangan organisasi.
“Kami melihat organisasi mengalami perkembangan yang lebih baik dan laporan keuangan juga dijalankan secara transparan,” ungkapnya.
Punguan Raja Sitompul sendiri merupakan perkumpulan keluarga besar keturunan marga Sitompul yang terdiri dari beberapa cabang utama, yakni Sitompul Lumbantoruan, Sitompul Lumbandolok, Sitompul Siringkiron, dan Sitompul Sibangebange.
Marga Sitompul merupakan salah satu marga Batak Toba yang berasal dari daerah Sitompul, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, serta memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan marga Tampubolon melalui hubungan marsaboltok atau berasal dari satu rahim.
Acara Bona Taon 2026 tersebut diharapkan semakin mempererat persaudaraan dan kekompakan keluarga besar Sitompul boru/bere di perantauan, sekaligus menjaga nilai adat, budaya, dan semangat gotong royong antarsesama anggota punguan.
Horas
(Sinta)
