Komisi III DPRD Kota Cimahi Soroti Kapasitas TPST Sentiong yang Menurun

1003350498

Komisi III DPRD Kota Cimahi bersama Pemerintah Kota Cimahi saat meninjau langsung proses pengolahan sampah

 

CIMAHI, SalZa News – Komisi III DPRD Kota Cimahi melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik di Kota Cimahi, Rabu (20/5/2026), dalam rangka pengawasan infrastruktur dan pengelolaan sampah.

 

Kunjungan tersebut diikuti seluruh anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi yang terdiri dari H. Enang Sahri Lukmansyah, S.Sos., M.M., Mohamad Nofip, S.T., Dr. Warman Suryaman, M.Si., H. Supiyardi, S.Pd.I., M.Si., Rini Marthini, S.E., dan Purwanto, S.Pd.

 

Salah satu lokasi yang ditinjau yakni kawasan pedestrian di Jalan Cihanjuang, tepatnya di sekitar depan Borma dan dekat pom bensin. Dalam kunjungan tersebut, Komisi III menyoroti kondisi fasilitas pejalan kaki yang dinilai perlu mendapat perhatian agar lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

 

1003350497

Selain itu, Komisi III juga melakukan sidak ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong yang merupakan bantuan dari Kementerian PUPR kepada Pemerintah Kota Cimahi.

 

Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Golkar, Mohamad Nofip, S.T., mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi pengolahan sampah dan kapasitas operasional TPST.

 

“Secara perencanaan, TPST Sentiong ini seharusnya mampu mengolah sekitar 50 ton sampah per hari. Namun kenyataannya saat ini hanya bisa mengolah sekitar 7 sampai 10 ton per hari. Penyebabnya karena ada beberapa peralatan yang memang harus diperbaiki,” ujar Nofip.

 

Ia menjelaskan, selain faktor kerusakan peralatan, kondisi tanah di area TPST juga dinilai kurang mendukung karena struktur tanah yang goyang dan kurang padat sehingga mempengaruhi operasional mesin.

 

1003350499
Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi Fraksi Golkar, Mohamad Nofip, S.T., saat meninjau mesin pengolah sampah (tengah berkacamata)

“Situasi tanah yang kurang padat menyebabkan ada salah satu mesin yang tidak bisa berjalan optimal. Ini yang membuat kapasitas pengolahan turun drastis. Dampaknya tentu berpengaruh terhadap penanganan sampah di Kota Cimahi, khususnya di wilayah Cimahi Utara yang masih banyak sampah belum terangkut,” katanya.

 

Menurut Nofip, kondisi tersebut saat ini tengah dikaji oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi untuk dilakukan modernisasi peralatan maupun evaluasi sistem pengelolaan ke depannya agar kapasitas TPST dapat kembali optimal.

 

Selain TPST Sentiong, Komisi III DPRD Kota Cimahi juga meninjau pengolahan sampah mandiri di TPS Lebak Saat yang memanfaatkan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik.

 

Kunjungan serupa juga dilakukan ke lokasi pengolahan sampah milik Ketua GEMI 0418 Cipageran, Ir. Arief Purnomo, yang mengembangkan sistem pengolahan sampah mandiri berbasis maggot.

 

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen DPRD Kota Cimahi dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *