Gema Semangat Kartini di Cimahi: Meneguhkan Peran Perempuan sebagai Pilar Pembangunan

1002861294

Wali Kota Cimahi Ngatiyana (tengah kiri) didampingi Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira (tengah kanan) bersama para ASN penerima Piagam Penghargaan dari LAN RI

 

CIMAHI, SalZa News – Langit Kota Cimahi pada Selasa (21/4) menjadi saksi khidmatnya peringatan Hari Kartini yang digelar oleh Pemerintah Kota Cimahi.

 

Bertempat di Lapangan Apel Kantor Pemkot Cimahi, upacara ini bukan sekadar rutinitas seremoni, melainkan sebuah penghormatan mendalam atas warisan perjuangan R.A. Kartini dalam membuka jalan kesetaraan bagi kaum perempuan.

 

​Melengkapi kekhidmatan upacara, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi bersinergi dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) menyelenggarakan seminar inspiratif di Aula Gedung A.

 

IMG 20260421 WA0030
Seminar Peringatan Hari Kartini tingkat Kota Cimahi Tahun 2026

​Acara yang menghadirkan narasumber Lita Nurhidayah, ST., CPS., CMT., ini menjadi ruang konsolidasi bagi sedikitnya 42 organisasi wanita se-Kota Cimahi. Fokus utamanya jelas menegaskan bahwa perempuan adalah penggerak strategis pembangunan, mulai dari lingkup terkecil yakni keluarga hingga ke masyarakat luas.

 

​Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam amanatnya menyampaikan pesan kuat bahwa esensi Hari Kartini harus diterjemahkan ke dalam kontribusi nyata di berbagai sektor.

 

​”Momentum ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama. Peran perempuan hari ini sangat menentukan dalam pembangunan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas,” tegasnya.

 

​Ia juga menyoroti peran sentral perempuan sebagai “madrasah utama”. Menurut Ngatiyana, dari tangan perempuan lah karakter generasi masa depan yang berintegritas dan berdaya saing dibentuk.

 

“Perempuan adalah fondasi bangsa yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” pungkasnya.

1002861288
Foto bersama usai seminar

​Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, memandang pemberdayaan perempuan sebagai investasi jangka panjang yang krusial. Ia meyakini bahwa setiap langkah penguatan peran perempuan akan memberikan efek domino yang positif bagi sosial.

 

​”Setiap satu upaya yang kita lakukan untuk pemberdayaan dan perlindungan, dampaknya bisa berlipat ganda. Ini menjadi investasi penting, karena perempuan memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan keluarga dan sosial,” ungkap Adhitia.

 

​Lebih jauh, ia mendorong perempuan untuk terlibat aktif dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk risiko sosial dan kesiapsiagaan bencana di tingkat komunitas.

Sementara itu, ​Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, kembali menekankan bahwa pendidikan karakter anak bermula dari ibu sebagai pendidik utama.

 

“Perempuan adalah madrasah utama dalam keluarga. Dari sanalah pendidikan karakter anak dibangun,” ujarnya.

 

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai langkah konkret telah disiapkan, mulai dari;

 

• Program Pelatihan: Peningkatan keterampilan teknis.

• ​Advokasi: Penguatan posisi perempuan secara sosial.

• ​Isbat Nikah Massal: Rencana pemberian legalitas hukum bagi pasangan yang belum tercatat secara resmi sebagai bentuk perlindungan nyata bagi hak perempuan dan anak.

​Dengan populasi perempuan usia produktif yang signifikan di Kota Cimahi, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan potensi besar ini menjadi kekuatan pembangunan.

 

Peringatan hari ini menjadi titik tolak untuk memastikan perempuan Cimahi terus berdaya, terampil, dan siap menjadi solusi atas tantangan masa depan.

​(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *