Wadah Pelukis Kota Cimahi Bangkit, FORKIS Kota Cimahi Periode 2026–2031 Siap Berkolaborasi hingga Skala Nasional

1001992867

Deklarasi dan Pelantikan Pengurus FORKIS Kota Cimahi Periode 2026–2031

 

CIMAHI, SalZa News – Forum Komunikasi Pelukis Kota Cimahi (FORKIS Kota Cimahi) resmi menggelar Deklarasi dan Pelantikan Pengurus FORKIS Kota Cimahi Periode 2026–2031 yang berlangsung di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Sabtu (7/2/2026).

 

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Gelar Karya dan Lelang Lukisan Pelukis Kota Cimahi, yang menampilkan berbagai karya seniman dan maestro lukis lokal, sebagai bentuk eksistensi sekaligus apresiasi terhadap seni rupa di Kota Cimahi.

 

Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Cimahi yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, Dani Bastiani, Pembina FORKIS Kota Cimahi R. Lucky Sugih Mauludin, S.E., M.M., Ketua FORKIS Kota Cimahi Achmad Kusnadi, Sekretaris Umum FORKIS Kota Cimahi terlantik, Tineke Kartini, jajaran pengurus terlantik, serta anggota FORKIS Kota Cimahi.

 

Turut hadir pula Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko, Kabid Tata Lingkungan DLH Kota Cimahi Agus Irwan Kustiawan, Kasubid Poldagri Bakesbangpol Kota Cimahi Rusli Sudarmadi, perwakilan Kejari Kota Cimahi, DKKC Kota Cimahi, tokoh budaya Sunda dan sesepuh, Abah Alam, serta tamu undangan lainnya.

 

1001992873
Kadisbudparpora Kota Cimahi Dani Bastiani

 

Kadisbudparpora Kota Cimahi Dani Bastiani menyampaikan apresiasi atas terbentuk dan dilantiknya kepengurusan FORKIS Kota Cimahi periode 2026–2031.

 

“Hari ini telah dilaksanakan Deklarasi dan Pelantikan Ketua Forum Pelukis Kota Cimahi periode 2026–2031. Alhamdulillah, deklarasi telah disampaikan dan tentunya kami dari Pemerintah Kota Cimahi, khususnya Disbudparpora, memberikan apresiasi,” ujarnya.

 

Dani menegaskan, keberadaan FORKIS diharapkan tidak hanya sebatas wadah formal, namun mampu berkembang dan berperan aktif dalam mendukung sektor seni, budaya, dan pariwisata Kota Cimahi.

 

“Kami mendorong agar FORKIS ini tidak hanya dibentuk, tetapi ke depan bisa berkembang. Kota Cimahi memiliki potensi pariwisata, dan kenapa tidak para pelukis dilibatkan untuk menampilkan hasil karya para maestro, seperti yang kita lihat hari ini melalui pameran lukisan,” katanya.

 

Ia juga membuka peluang kolaborasi FORKIS dengan berbagai agenda dan event yang digelar Disbudparpora, termasuk sinergi dengan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC).

 

“DKKC hadir karena merupakan lembaga yang mengakomodasi kebudayaan. Ke depan, FORKIS bisa berkolaborasi dengan pemerintah dan berkoordinasi dengan DKKC Kota Cimahi agar kegiatan seni dan budaya semakin terintegrasi,” tambahnya.

 

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, Dani berharap FORKIS Kota Cimahi dapat menjadi motor penggerak seni lukis lokal serta berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya dan ekonomi kreatif di Kota Cimahi.

 

1001992860
Pembina FORKIS Kota Cimahi R. Lucky Sugih Mauludin (kanan) bersama Ketua FORKIS Kota Cimahi Achmad Kusnadi

 

Sementara itu, Ketua FORKIS Kota Cimahi Periode 2026–2031, Achmad Kusnadi yang akrab disapa Cus Kusumah, menyampaikan bahwa FORKIS memiliki potensi besar untuk berkembang hingga ke skala lintas provinsi bahkan nasional.

 

Menurut Cus, secara historis FORKIS telah berdiri sejak tahun 2010. Dengan usia organisasi yang sudah cukup matang, FORKIS dinilai telah melalui tahapan dan proses yang memungkinkan untuk melangkah lebih luas.

 

“FORKIS berdiri sejak 2010. Artinya, secara tahapan dan proses organisasi, sudah memungkinkan untuk berkembang ke lintas provinsi bahkan nasional,” ujarnya.

 

Meski membawa nama Kota Cimahi, Cus menegaskan bahwa FORKIS sejak awal dirancang sebagai wadah yang terbuka. Cimahi menjadi pusat dan titik awal pergerakan, namun keanggotaannya tidak dibatasi secara wilayah.

 

“Cimahi adalah pusatnya, tempat FORKIS berdiri. Tapi faktanya, banyak pelukis yang tergabung berasal dari berbagai daerah, seperti Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, Cianjur, Tasikmalaya, Garut, dan daerah lainnya,” jelasnya.

 

1001992861

 

Ia menerangkan bahwa FORKIS tidak menerapkan sekat keanggotaan dan terbuka bagi siapa pun pelaku seni lukis yang ingin berproses dan berkolaborasi bersama.

 

“FORKIS ini ruang terbuka. Tidak hanya untuk warga Cimahi. Bahkan ada pelukis yang berdomisili di luar Kota Cimahi, tapi tetap menjadi bagian dari FORKIS,” katanya.

 

Meski demikian, Cus menekankan bahwa pengembangan organisasi ke skala yang lebih luas akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, FORKIS memprioritaskan reaktivasi organisasi, pembenahan tata kelola dan administrasi, serta penguatan program kerja.

 

“Secara organisasi, FORKIS sempat vakum. Bukan berarti tidak berkarya, teman-teman tetap eksis secara personal. Sekarang kami benahi kembali tata kelola, administrasi, dan program agar FORKIS bisa memberi kontribusi nyata, minimal untuk Kota Cimahi,” ungkapnya.

 

Terkait program kerja, Cus menyebut FORKIS memiliki karakter kegiatan yang fleksibel dan dinamis, mengikuti gagasan serta spontanitas para pelaku seni. Namun demikian, sejumlah agenda telah mulai dirancang.

 

“Kalau program rutin, kami sudah biasa dengan kegiatan on the spot. Pelaku seni itu punya gagasan masing-masing, jadi tidak selalu bisa dipatok tanggal pasti. Tapi program itu ada,” bebernya.

 

Salah satu agenda terdekat yang direncanakan adalah lomba melukis pada April 2026, dengan catatan adanya dukungan dari masyarakat, pemerintah, maupun pihak swasta.

 

“Insya Allah bulan April nanti akan ada lomba melukis. FORKIS tidak hanya bergerak di seni rupa, tapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemanusiaan,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, kegiatan tersebut akan dikemas dengan tema kepedulian lingkungan, salah satunya melalui kegiatan melukis tong sampah sebagai media edukasi bagi masyarakat.

 

“Kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Ada gerakan peduli sampah, edukasi untuk anak-anak, dan kegiatan seni yang berorientasi pada lingkungan hidup,” katanya.

 

Cus berharap ke depan FORKIS dapat menjadi ruang tumbuh kreativitas seniman, sekaligus menjalin kerja sama dengan pemerintah maupun swasta untuk mendukung kegiatan seni lukis yang berkelanjutan.

 

“Kami ingin kreativitas itu tumbuh dari pelaku seni sendiri. Kalau ada dukungan dari pemerintah atau swasta, tentu akan sangat membantu untuk mengembangkan kegiatan para pelukis,” pungkasnya.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *