Reses Anggota DPRD Setyady Abdul Rachman Dipadati Warga, Aspirasi Infrastruktur dan Sosial Mencuat

1002393054

Anggota DPRD Kota Cimahi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Setyady Abdul Rachman, SE, foto bersama konstituennya

 

CIMAHI, SalZa News – Anggota DPRD Kota Cimahi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Setyady Abdul Rachman, SE, kembali turun ke tengah konstituen dalam agenda Reses Masa Persidangan I Tahun 2026.

 

Kegiatan yang dipusatkan di GOR Bintang Futsal, Jalan Sindang Sari Barat No. 80 Melong, Cimahi Selatan, pada Rabu (11/3/2026) ini menjadi panggung bagi ratusan warga untuk menumpahkan keluh kesah mereka.

 

​Antusiasme warga terlihat dari kehadiran sekitar 500 konstituen yang memadati lokasi dalam dua sesi pertemuan. Perwakilan tokoh masyarakat, pengurus RW, hingga kader penggerak di Kelurahan Melong dan Cibeureum tampak proaktif menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat asal Dapil III tersebut.

 

1002393063

Setyady menekankan bahwa meskipun pemerintah kota tengah dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran, fungsi representasi dewan tidak boleh kendur. Ia berkomitmen untuk tetap mengawal usulan skala prioritas agar masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

 

​”Kami sadar ada keterbatasan anggaran atau efisiensi saat ini. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat kami untuk menampung dan memperjuangkan kebutuhan dasar warga. Aspirasi ini adalah amanah yang harus kami suarakan di gedung parlemen,” ujar Setyady.

​Berdasarkan hasil dialog, Setyady mencatat dua klaster besar masalah yang dihadapi warga Cimahi Selatan yaitu Infrastruktur Lingkungan dan Kesejahteraan Sosial. Namun, yang paling tajam disoroti warga adalah mendadak terputusnya bantuan sosial (bansos) bagi keluarga tidak mampu.

 

​Setyady mengidentifikasi adanya kegaduhan di tingkat bawah akibat transisi basis data dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) menjadi DTSEN. Perubahan kebijakan dari pusat ini dinilai memicu pergeseran data yang signifikan di lapangan.

 

​”Banyak warga mengeluh, dulu dapat bansos, sekarang tidak. Ini kemungkinan besar dampak perubahan DTKS ke DTSEN. Ada pergeseran data yang harus segera disinkronkan kembali,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi ini.

 

1002393075

Tak sekadar menampung, Setyady menegaskan akan segera berkoordinasi dengan mitra kerja, khususnya Dinas Sosial Kota Cimahi. Ia meminta pemerintah kota tidak hanya pasif menerima data dari pusat, tetapi aktif melakukan validasi faktual.

 

​”Ini tugas kita bersama. Dinas Sosial harus melakukan verifikasi yang lebih akurat dan seleksi ketat. Jangan sampai ada warga yang benar-benar layak justru tercoret karena masalah administratif. Kita butuh data yang sinkron dengan kondisi riil di lapangan,” tambahnya.

​Menutup rangkaian reses, Setyady berjanji akan menjembatani seluruh usulan, mulai dari perbaikan drainase, jalan lingkungan, hingga solusi pengangguran agar bisa terealisasi.

 

Baginya, reses bukan sekadar seremonial, melainkan potret nyata kondisi masyarakat yang harus dicarikan solusinya.

 

​”Harapan saya, melalui reses ini kita tahu persis apa yang dibutuhkan warga Melong dan Cibeureum. Semua aspirasi ini akan kami kawal hingga masuk dalam program pembangunan Kota Cimahi yang tepat sasaran,” pungkasnya optimis.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *