Pemkot Cimahi Dukung Program Sekolah Lansia Tangguh dari BKKBN
Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan
CIMAHI, SalZa News – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Program ini dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, produktif, dan berdaya melalui proses pembelajaran nonformal.
Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, menjelaskan bahwa Selantang merupakan bentuk pendidikan nonformal yang secara khusus dirancang untuk mendukung kesejahteraan lansia.
“Selantang merupakan pendidikan non-formal dari BKKBN yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia,” ujar Fitri, sapaan akrabnya, Senin (9/2/2026).
Lebih lanjut, Fitri menyampaikan bahwa program Selantang bertujuan membentuk lansia tangguh melalui tujuh dimensi lansia berkualitas, yang mencakup aspek kesehatan fisik, mental, serta sosial.
“Lewat program ini, diharapkan dapat mendukung terwujudnya lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat) serta tangguh,” katanya.
Program Selantang menyasar lansia yang masih memiliki keluarga dan tergabung dalam kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL). Melalui beragam kegiatan pembelajaran, para lansia didorong untuk tetap aktif dan mandiri, termasuk dengan pembekalan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
“Mereka tetap bisa produktif dengan keterampilan-keterampilan yang diajarkan. Bisa mandiri, menjaga kesehatannya, tidak terlalu tergantung kepada orang lain. Termasuk, hasil keterampilan yang diajarkan dapat dipasarkan,” terang Fitri.
Saat ini, pelaksanaan Selantang di Kota Cimahi masih berada pada tahap pilot project. Tercatat, sudah ada empat Sekolah Lansia Tangguh yang berjalan, yakni Selantang Budi Luhur, Pasirkaliki, Cigugur (Mawar Merah), serta Cimahi Utara (KTM Ceria).
Dalam pelaksanaannya, program Selantang melibatkan kolaborasi lintas sektor, di antaranya dengan Puskesmas untuk pelayanan kesehatan lansia serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang memberikan pendampingan psikologis.
Dari sisi psikososial, menurut Fitri, aktivitas berkumpul dan bersosialisasi yang dilakukan dalam Selantang diyakini mampu membantu memperlambat terjadinya kepikunan pada lansia.
“Lewat Selantang, menjadi upaya pemberdayaan lansia berbasis masyarakat. Sehingga dapat membentuk lansia yang tangguh, produktif, dan bahagia di lingkungan keluarga serta masyarakat,” pungkasnya.
(Sinta)
