Menggema di HGN 2025, Ngatiyana : Hormati Guru, Jaga Masa Depan Anak!

1001217107

Pengibaran Bendera Upacara Peringatan HGN Tahun 2025 yang dipimpin oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana (atas) dan dihadiri para guru (bawah)

 

CIMAHI, SalZa News – Pemerintah Kota Cimahi menggelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 yang dipimpin oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, bertempat di Lapangan Apel Pemkot Cimahi, beberapa waktu lalu.

 

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh para guru dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan, serta unsur Forkopimda Kota Cimahi.

 

Dalam rangkaian upacara itu, Pemerintah Kota Cimahi juga mengumumkan sekaligus menyerahkan berbagai penghargaan kepada insan pendidikan yang berprestasi sepanjang tahun 2025.

 

1001217106
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, didampingi Wakil Wali Kota, Adhitia Yudisthira, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba

 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, bersama Wakil Wali Kota, Adhitia Yudisthira, menyerahkan penghargaan tersebut secara simbolis kepada :

 

• Para pemenang Lomba Menulis Surat Aksara Sunda bagi GTK jenjang PAUD, SD, SMP, dan Kesetaraan Kota Cimahi Tahun 2025, yang diberikan kepada 10 sekolah dan 1 sekolah pemenang favorit.

• Satu guru pemenang Lomba Desain Batik KKG PAI Kota Cimahi Tahun 2025.

• 13 sekolah penerima Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tahun 2025 atas keberhasilan membangun budaya peduli lingkungan.

 

Setelah upacara resmi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara potong tumpeng sebagai bentuk penghormatan kepada para guru. Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan salah satu guru sebagai simbol apresiasi atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.

 

Sebagai bentuk apresiasi tambahan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga memberikan buket bunga kepada perwakilan guru, sebagai simbol ucapan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mencerdaskan generasi penerus.

 

1001217105
Wali Kota Cimahi bersama Wakil Wali Kota menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan guru (atas) dan pemberian buket bunga kepada perwakilan guru oleh Ngatiyana (kanan bawah), Ibu Wali Kota Midjiati Ningsih (tengah), dan Adhitia Yudisthira (kiri bawah)
 
 

Dalam kesempatan itu, Ngatiyana menyampaikan penghargaan yang mendalam kepada seluruh guru, yang ia sebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Mengangkat tema nasional “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, ia menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan masa depan generasi penerus.

 

“Guru memberikan ilmu kepada peserta didiknya tanpa lelah dan tanpa menyerah. Ilmu yang mereka berikan tidak akan pernah sebanding dengan harta kekayaan,” ujar Ngatiyana.

 

Ia juga menyoroti penegasan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) terkait penerapan restorative justice (keadilan restoratif-red) bagi guru agar mereka terlindungi dan tidak merasa tertekan ketika menghadapi masalah di lapangan.

 

“Kalau ada permasalahan atau kesalahan kecil, bisa diselesaikan secara damai melalui koordinasi dengan aparat hukum,” jelasnya.

 

Ngatiyana meminta seluruh pihak, termasuk orang tua, masyarakat, ormas, dan LSM, untuk menghormati dan melindungi para guru. Ia menilai bahwa masih sering terjadi kasus perundungan atau penghakiman berlebihan terhadap guru ketika terjadi persoalan di sekolah.

 

“Jangan sedikit-sedikit mencari kesalahan guru, apalagi membuli atau meremehkan mereka. Mereka sudah berbuat yang terbaik untuk masa depan anak-anak kita. Kesalahan manusia itu wajar, dan selama dapat diselesaikan dengan baik, harus ditempuh melalui jalur damai,” tegasnya.

 

Sebagai mantan pendidik di lingkungan militer, Ngatiyana menegaskan bahwa ia memahami beratnya tugas seorang guru yang harus mendidik, mengarahkan, dan membentuk karakter peserta didik.

 

“Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik dan membentuk karakter siswa agar menjadi generasi yang kuat, disiplin, dan tidak cengeng,” ungkapnya.

 

Di akhir pernyataannya, Ngatiyana kembali menyerukan agar seluruh masyarakat menghargai profesi guru.

 

“Hormati guru, hargai guru, dan jaga guru. Karena dari merekalah masa depan anak-anak kita dibentuk,” pungkasnya.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *