Cimahi Raih UHC Awards 2026 Kategori Pratama, Cakupan JKN Tembus 98 Persen

IMG-20260129-WA0081

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana (tengah) memperlihatkan Piagam penghargaan UHC Awards 2026 didampingi Kadinkes Cimahi, Mulyati (batik biru) dan Aspemkesra Hendra Gunawan (kiri)

 

JAKARTA, SalZa News – Komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi warganya kembali mendapat pengakuan nasional. Pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, Kota Cimahi berhasil meraih penghargaan kategori Pratama.

 

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam acara yang digelar di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

 

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, dan turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Cimahi serta perwakilan BPJS Kesehatan.

 

UHC Awards merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Republik Indonesia bersama BPJS Kesehatan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

 

IMG 20260129 WA0084

 

Pada tahun 2026, sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota menerima penghargaan setelah mencapai cakupan kepesertaan JKN minimal 95 persen.

 

Berdasarkan data Desember 2025, kepesertaan JKN di Kota Cimahi telah mencapai 98,25 persen dari total penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 81,53 persen.

 

Capaian tersebut menegaskan posisi Kota Cimahi sebagai salah satu daerah yang konsisten mendukung program strategis nasional di bidang kesehatan.

 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat.

“Alhamdulillah, Kota Cimahi kembali menerima penghargaan Universal Health Coverage Awards Tahun 2026 kategori Pratama. Namun capaian ini bukan tujuan akhir. Pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan pemerataan, kualitas, dan keberlanjutan layanan kesehatan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, hingga akhir 2025 jumlah penduduk Kota Cimahi yang telah terdaftar sebagai peserta JKN mencapai lebih dari 574 ribu jiwa atau sekitar 98 persen dari total penduduk.

 

Dari jumlah tersebut, 100.564 jiwa merupakan masyarakat yang didaftarkan oleh Pemerintah Kota Cimahi sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja, sehingga dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis, baik di fasilitas tingkat pertama maupun layanan rujukan.

 

Menurut Ngatiyana, konsep Universal Health Coverage tidak hanya berorientasi pada tingginya angka kepesertaan, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang adil, bermutu, dan tanpa hambatan biaya, khususnya bagi kelompok rentan dan kurang mampu.

 

Untuk menjaga keberlanjutan UHC, Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat pembiayaan kesehatan, meningkatkan mutu layanan fasilitas kesehatan, serta melakukan pemutakhiran data kepesertaan secara berkala.

 

Berbagai langkah konkret telah dilakukan, di antaranya pembangunan Puskesmas Cibeureum, pengembangan Unit Pengelola Darah RSUD Cimahi, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), serta pengoperasian layanan Puskesmas 24 jam.

 

Penghargaan UHC Awards 2026 Kategori Pratama diharapkan menjadi pemacu semangat bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mendorong pencapaian kategori yang lebih tinggi di masa mendatang, seiring upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *