Asep Suherman Targetkan Standar Baru Pengelolaan Air di Gathering BEA Jabar 2026

1001704494

Ketua BEA Jabar, Asep Suherman

 

BANDUNG, SalZa News – Isu keberlanjutan lingkungan menjadi fokus utama Building Engineers Association (BEA) Jawa Barat dalam agenda tahunan terbesarnya pada 2026.

 

Ketua BEA Jabar, Asep Suherman, menyampaikan bahwa gathering bertajuk “Water Technology Management” akan diarahkan sebagai forum strategis bagi para praktisi teknik bangunan dalam menjawab tantangan pengelolaan air di Jawa Barat.

 

“Kami ingin gathering ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi momentum untuk menetapkan standar baru dalam pengelolaan air yang berkelanjutan,” ujar Asep, Minggu (11/1/2026).

 

Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Sudirman Grand Ballroom, dan akan diikuti sekitar 600 anggota BEA Jabar serta puluhan pelaku industri teknologi.

 

IMG 20251209 WA0008

 

Asep menegaskan, berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, BEA Jabar secara khusus mengangkat isu daur ulang air (water recycle) dan pengolahan limbah cair sebagai topik utama.

 

“Kalau sebelumnya kami lebih banyak fokus pada penguatan internal organisasi dan edukasi umum, tahun ini kami masuk ke ranah yang lebih teknis dan regulatif. Pengelolaan air tidak bisa lagi ditunda, harus berkelanjutan,” jelasnya.

 

Terkait frekuensi kegiatan, Asep menyebut banyak pihak yang mengusulkan agar gathering digelar lebih dari sekali dalam setahun. Namun, BEA Jabar memilih tetap menjaga konsep eksklusif.

 

“Permintaan itu memang ada, tapi kami konsisten satu kali setahun. Para pengurus BEA ini engineer aktif di proyek-proyek besar, jadi kualitas acara lebih kami utamakan daripada kuantitas,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga mengungkapkan rencana kehadiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dijadwalkan membuka acara dan memberikan arahan kebijakan.

 

“Kami berharap Pak Gubernur bisa menyampaikan pandangan dan kebijakan strategis terkait sumber daya air, agar ada kesinambungan antara regulasi dan penerapan di lapangan,” terangnya.

 

Dari sisi industri, Asep memastikan antusiasme vendor teknologi cukup tinggi.

 

“Saat ini sudah ada 85 vendor teknologi yang menyatakan siap berpartisipasi dan menampilkan inovasi mereka,” bebernya.

 

Ia menambahkan, persiapan acara telah dilakukan jauh hari demi memastikan pelaksanaan berjalan profesional.

 

“Perencanaan kami mulai sejak Februari 2025. Ini bukan acara dadakan, tapi benar-benar disiapkan matang,” tegas Asep.

 

Selain sesi teknis dan pameran teknologi, gathering juga akan dikemas dengan suasana apresiatif.

 

“Kami ingin peserta pulang dengan ilmu, jaringan, sekaligus pengalaman yang berkesan,” imbuhnya.

 

Acara yang dipandu oleh Hanum dan Vandam ini akan dilengkapi berbagai hadiah menarik, mulai dari peralatan elektronik rumah tangga hingga sepeda motor. Dari sisi publikasi, BEA Jabar menggandeng jaringan media nasional seperti RCTI, MNCTV, dan iNews TV.

 

“Harapan kami sederhana tapi penting, yaitu terbangunnya kolaborasi nyata antara pemerintah, asosiasi, dan industri untuk menjawab tantangan infrastruktur air di Jawa Barat dengan teknologi yang lebih modern dan efisien,” tutup Asep.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *