Warga Cibodas Keluhkan Air Bersih, Anggota DPRD Cimahi Fitriyani Angelina Silaban Janji Kawal Solusi Sumur Artesis
Anggota DPRD Kota Cimahi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fitriyani Angelina Silaban, SH, yang juga merupakan Anggota Komisi I DPRD Kota Cimahi
CIMAHI, SalZa News – Anggota DPRD Kota Cimahi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fitriyani Angelina Silaban, SH, yang juga merupakan anggota Komisi I DPRD Kota Cimahi sekaligus Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) PPP Kota Cimahi menggelar kegiatan reses Masa Persidangan I Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Cimahi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Solusi WiFi, Komplek Taman Bukit Cibogo Blok A9 RT 02 RW 17, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Rabu (11/3/2026). Dapil 4 sendiri meliputi wilayah Kelurahan Cibeber, Leuwigajah, dan Utama.
Suasana reses berlangsung penuh antusias. Kegiatan tersebut dipadati lebih dari 200 peserta undangan, bahkan jumlah warga yang hadir melebihi kuota undangan resmi yang telah disiapkan panitia. Fitriyani mengaku bersyukur melihat tingginya partisipasi masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menyebut para konstituennya dengan sebutan Wargi Fitri (WiFi) sebagai bentuk kedekatan antara dirinya dengan masyarakat di daerah pemilihannya.
“Alhamdulillah konstituen yang saya undang sekitar 200 orang, namun seperti biasa yang hadir melebihi jumlah undangan yang telah disiapkan. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat besar,” ujar Fitri, sapaan akrabnya.
Acara reses tersebut juga dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga tokoh ibu-ibu. Selain itu turut hadir unsur pengurus DPC PPP Kota Cimahi, jajaran Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) PPP Kota Cimahi, perwakilan LSM Penjara Kota Cimahi, para Wargi Fitri (WiFi), serta tamu undangan lainnya.

Karena pelaksanaan reses bertepatan dengan bulan suci Ramadan, kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh seorang ustadz sebagai siraman rohani bagi para peserta yang hadir.
Dalam kegiatan tersebut, Fitriyani menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus mempererat silaturahmi dengan konstituen.
“Setiap kali reses masyarakat selalu menyampaikan berbagai aspirasi. Ada yang sudah terlaksana, ada juga yang masih dalam proses, bahkan ada yang belum dapat direalisasikan,” ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat juga kerap menanyakan perkembangan usulan yang pernah disampaikan pada reses sebelumnya.
“Setiap reses pasti masyarakat menanyakan apakah usulan pada reses tahun sebelumnya sudah dilaksanakan atau belum. Saya selalu menjelaskan apa adanya, ada yang sudah terealisasi, ada yang masih proses, dan ada juga yang belum terlaksana karena keterbatasan anggaran atau alasan lainnya,” katanya.

Fitri mencontohkan, pengajuan pembangunan fasilitas MCK yang diajukan di beberapa titik hanya terealisasi dua lokasi. Begitu pula dengan program rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang diajukan sebanyak 10 unit, namun yang terealisasi baru enam unit.
Meski demikian, Fitri menyatakan akan terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat direalisasikan secara bertahap oleh pemerintah daerah.
Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, terutama di gang-gang permukiman wilayah Cibogo yang masih banyak mengalami kerusakan.
Menurutnya, saat musim hujan kondisi jalan yang berlubang kerap menyebabkan warga terpeleset hingga mengalami kecelakaan.
“Di wilayah Cibogo masih cukup banyak jalan gang yang berlubang. Ketika musim hujan sering menyebabkan warga terpeleset. Mudah-mudahan ini bisa segera diperbaiki,” tuturnya.
Warga juga mengusulkan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di beberapa titik lingkungan. Hal ini dinilai penting terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika banyak warga yang mudik sehingga diperlukan pengawasan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, persoalan yang dinilai paling mendesak adalah kebutuhan air bersih, khususnya di wilayah Cibodas yang disebut mengalami kekurangan sumber air.
“Pengadaan air bersih sangat dibutuhkan, terutama di wilayah Cibodas. Masyarakat berharap ada solusi seperti pengeboran sumur artesis atau langkah lain agar kebutuhan air bersih bisa terpenuhi,” jelasnya.
Fitri juga mengingatkan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia berpotensi menghadapi musim kemarau panjang sehingga ketersediaan sumber air bersih perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua Wargi Fitri (WiFi), Andi Halim, menyampaikan bahwa pihaknya bersama para konstituen terus berperan aktif mengawal kinerja Fitriyani Angelina Silaban sebagai wakil rakyat agar tetap amanah dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai anggota DPRD.
Menurutnya, Wargi Fitri sebagai kelompok konstituen memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan aspirasi masyarakat yang telah disampaikan dapat terus diperjuangkan dan diawasi hingga terealisasi.
“Sebagai Ketua Wargi Fitri, kami selalu mengawal Bu Dewan agar amanah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Kami juga mendorong agar aspirasi masyarakat bisa ditampung dan diperjuangkan dengan baik,” ujar Andi Halim.
Ia menjelaskan, dalam berbagai program pembangunan seperti perbaikan jalan gang dan fasilitas lingkungan, pihaknya tidak terlibat sebagai pelaksana, melainkan berperan sebagai unsur pengawasan dari masyarakat.
“Yang melaksanakan program itu pemerintah kota melalui kontraktor. Kami dari masyarakat dan sebagai kontrol sosial hadir di lapangan untuk mengawal agar pekerjaan sesuai spesifikasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Andi Halim menambahkan, sejumlah program aspirasi yang telah terealisasi di beberapa wilayah di antaranya pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu), pemasangan penerangan jalan gang, pembangunan MCK, pemasangan kaca cembung, pengaspalan jalan lingkungan, hingga perbaikan saluran air.
Beberapa di antaranya telah dilaksanakan di wilayah RW 6 Leuwigajah, RW 13 Utama, RW 2 Leuwigajah, serta RW 6 Hujung Kaler.
Meski demikian, ia mengakui masih banyak aspirasi masyarakat yang belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Namun pihaknya memahami bahwa pelaksanaan program pembangunan dilakukan secara bertahap oleh pemerintah daerah.
“Memang belum semua aspirasi terealisasi, tetapi kami memahami bahwa pelaksanaannya bertahap oleh pemerintah kota. Yang terpenting kami terus mengawal agar aspirasi masyarakat tetap diperjuangkan,” katanya.
Andi Halim juga menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya memilih wakil rakyat saat pemilu, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk terus mengawal kinerja mereka selama masa jabatan.
“Jangan sampai kami memilih dan mendudukkan beliau menjadi dewan, tetapi kemudian kami tinggalkan. Justru kami harus terus mengawal agar beliau dapat menjalankan amanah rakyat dengan baik,” tegasnya.
Menurutnya, dukungan terhadap Fitriyani juga terus diperkuat melalui do’a bersama para tokoh agama, ustadz, ulama, dan habaib yang selama ini mendukung perjuangannya.
“Kami akan terus bersama Bu Dewan selama satu periode ini untuk mengawal aspirasi masyarakat agar tepat sasaran, sesuai spesifikasi, dan tidak terjadi penyimpangan,” pungkasnya.
(Sinta)
