BPJS Kesehatan Beri Penghargaan Transformasi Digital kepada 12 Faskes di Cimahi
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira (tengah) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati bersama dengan 12 perwakilan Faskes yang menerima penghargaan
CIMAHI, SalZa News – BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada 12 fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Cimahi yang dinilai berhasil menerapkan transformasi digital dalam pelayanan kesehatan. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Penghargaan bertema “Transformasi Digital” ini diberikan kepada enam fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), yakni Puskesmas Leuwigajah, Puskesmas Cimahi Utara, Klinik Aulia Sehat, Klinik Nayaka Husada 3, Praktik Dokter Mirda, serta Praktik Dokter Gigi Zuniati.
Selain itu, enam fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) yang turut menerima penghargaan antara lain RS Kasih Bunda, RS Mitra Anugerah Lestari, Klinik Utama Amanah 2, RSUD Cibabat, RS Avisena, dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unjani.
Penghargaan tersebut diberikan kepada faskes yang mampu mengimplementasikan inovasi layanan digital secara bertahap dengan sistem penilaian dari bintang satu hingga bintang tujuh.
Saat ini, pemanfaatan layanan berbasis digital telah melampaui 50 persen, yang menunjukkan bahwa transformasi tersebut mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat peserta JKN.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan apresiasi kepada seluruh faskes yang terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, penggunaan layanan digital seperti antrean online dan integrasi sistem pelayanan kesehatan mampu membuat pengelolaan alur pasien menjadi lebih tertata sekaligus mengurangi kepadatan di ruang tunggu fasilitas kesehatan.
“Penghargaan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang cepat dan tepat bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penerapan sistem digital tidak hanya mempercepat proses pelayanan, tetapi juga membantu meningkatkan pengawasan terhadap mutu layanan kesehatan serta keselamatan pasien.
“Dengan sistem yang terintegrasi secara digital, kami dapat lebih fokus menjaga kualitas pemeriksaan dan keselamatan pasien sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus meningkat,” tutupnya.
(Sinta)
