Dari Banjir hingga Sekolah, H. Nabsun Beberkan PR Besar Cimahi Selatan

1001915403

Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Partai Golkar, H. Nabsun, S.Sos

 

CIMAHI, SalZa News – Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Partai Golkar, H. Nabsun, S.Sos, menegaskan pentingnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai sarana strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus pemantapan pelayanan publik.

 

Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi di lokasi terpisah, yakni di Kantor DPRD Kota Cimahi, usai menghadiri kegiatan FGD Musrenbang tingkat Kecamatan Cimahi Selatan, Rabu (28/1/2026).

 

Menurut H. Nabsun, pelaksanaan FGD dan Musrenbang tingkat kecamatan yang digabung tidak menjadi persoalan selama pengaturannya dilakukan secara efektif dan efisien. Ia menilai, penggabungan kegiatan tersebut justru dapat menghemat waktu dan anggaran.

 

“Digabungnya FGD dan Musrenbang tingkat kecamatan itu tidak masalah. Hanya memang ditambah jam pelaksanaannya, bukan sekaligus dalam satu waktu. Bisa diatur, misalnya ada sesi tertentu yang dihadiri Wali Kota atau wakilnya, atau pada jam lainnya dihadiri oleh saya bersama anggota DPRD,” ujarnya.

 

1001915412

 

Ia menambahkan, pola tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan harus melaksanakan kegiatan di hari yang berbeda, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini tengah diterapkan.

 

“Daripada harus dua hari di waktu yang berbeda, ini lebih efisien. Sekarang semua diarahkan pada penghematan dan pengurangan anggaran,” katanya.

 

Selain membahas mekanisme Musrenbang, H. Nabsun juga menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah Cimahi Selatan. Ia menilai, penanganan banjir perlu mendapat perhatian serius karena menjadi keluhan utama masyarakat.

 

“Mudah-mudahan Cimahi Selatan bisa lebih maju dan mampu mengatasi persoalan banjir. Bukan hanya di Cimahi, hampir seluruh kota dan daerah juga mengalami hal serupa,” ungkapnya.

 

Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas utama, terutama pada titik-titik rawan seperti benteng penahan air yang jebol serta persoalan pengelolaan sampah di pinggir jalan.

 

1001915426
H Nabsun usai menghadiri kegiatan FGD Musrenbang tingkat Kecamatan Cimahi Selatan

 

“Benteng yang jebol harus segera dibangun kembali, dan sampah di pinggir jalan harus cepat diangkut. Semua ini perlu solusi yang lebih baik dan berkelanjutan,” tegasnya.

 

H. Nabsun juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para tokoh dalam mencari solusi bersama, baik dalam penanganan banjir maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

“Ayo kita bersama-sama menanggulangi persoalan ini. Kita harus adil dan mampu membuat perbedaan bagi masyarakat,” katanya.

 

Terkait hasil Musrenbang, H. Nabsun menjelaskan bahwa usulan yang dibahas di tingkat kecamatan merupakan hasil penyaringan dari Musrenbang tingkat kelurahan dan selanjutnya akan difinalisasi di tingkat Pemerintah Kota Cimahi.

 

Mayoritas usulan masyarakat saat ini didominasi persoalan banjir, rutilahu, serta infrastruktur jalan lingkungan dan penerangan.

 

“Usulan itu sudah dibahas di kelurahan masing-masing, dan finalnya nanti di Pemkot. Dewan akan terus mengawal agar pelaksanaannya tidak berlarut-larut,” ujarnya.

 

Ia menyebutkan, khusus untuk wilayah Cimahi Selatan, sebagian besar aspirasi masyarakat telah terakomodasi.

 

“Kalau di Cimahi Selatan, Alhamdulillah hampir 90 persen usulan sudah terakomodir,” tambahnya.

 

Selain infrastruktur, H. Nabsun juga menyoroti sektor pendidikan, khususnya terkait pengelolaan dan keberlangsungan sekolah agar tetap berjalan optimal.

 

“Jangan sampai sekolah harus berpindah-pindah. Jika bisa dialokasikan dan direalisasikan, tentu ini akan sangat membantu,” ucapnya.

 

Lebih lanjut, ia berharap Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dapat terus bersinergi dengan RT dan RW dalam merealisasikan program-program pembangunan yang telah disepakati bersama.

 

“LPM sebagai lembaga kemasyarakatan punya peran penting. Kalau komunikasi antara RT, RW, LPM, kelurahan, dan kecamatan berjalan baik, saya yakin apa yang sudah disepakati dalam FGD bisa dilaksanakan,” tuturnya.

 

H. Nabsun menilai Kota Cimahi memiliki potensi dan keunggulan yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya dalam upaya mengatasi banjir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

“Kita harus kreatif dan mampu menyelesaikan persoalan ini secara bersama-sama demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *