Rudal Rapier Hiasi Bundaran Jati, Jejak Sejarah Militer Cimahi Hadir di Ruang Publik

1001838217

Rudal Rapier yang menjadi Ikon unik Kota Cimahi

CIMAHI, SalZa News – Wajah Bundaran Jati kini tampil berbeda. Tiga unit Rudal Rapier berdiri kokoh di kawasan tersebut, menjadi elemen baru dalam penataan ruang terbuka hijau sekaligus ikon unik Kota Cimahi.

 

Penempatan alutsista ini bukan sekadar mempercantik kawasan, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah kemiliteran bagi masyarakat.

 

Pemerintah Kota Cimahi sengaja menghadirkan simbol pertahanan tersebut untuk menegaskan identitas kota yang sejak lama dikenal lekat dengan dunia militer.

 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengungkapkan bahwa pemasangan Rudal Rapier dilakukan melalui koordinasi dan telah mendapatkan persetujuan dari TNI Angkatan Darat. Konsep penataan taman dirancang selaras dengan karakter Cimahi sebagai kota militer, hijau, dan religius.

 

“Penataan ini lahir dari komunikasi bersama TNI AD. Kami ingin ruang publik di Cimahi memiliki ciri khas yang mencerminkan sejarah dan jati diri kota,” kata Ngatiyana saat ditemui, Kamis (22/1/2026).

 

Ia menegaskan, rudal yang dipamerkan bukanlah senjata aktif. Alutsista buatan Inggris tersebut sudah tidak digunakan dan dialihfungsikan sebagai sarana edukatif serta elemen estetika kota.

 

Pemerintah Kota Cimahi sebelumnya mengajukan permohonan resmi agar Rudal Rapier tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Setelah memperoleh izin, alutsista produksi tahun 1984 itu akhirnya ditempatkan di Bundaran Jati.

 

“Rudal ini kami hadirkan sebagai ikon kawasan sekaligus bagian dari penataan taman kota,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Ngatiyana berharap keberadaan Rudal Rapier dapat menumbuhkan kesadaran sejarah, khususnya bagi generasi muda, mengenai peran Cimahi dalam perjalanan kemiliteran nasional.

 

Bundaran Jati sendiri merupakan titik strategis yang menghubungkan Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Jalan Jati, serta Jalan Daeng Ardiwinata atau Cihanjuang. Keberadaan alutsista di simpul lalu lintas tersebut dinilai mampu menjadi daya tarik visual sekaligus penanda sejarah kawasan.

 

“Keunikan inilah yang membedakan Cimahi dengan daerah lain. Dahulu kawasan ini identik dengan barak militer, dan kini berkembang menjadi pusat pendidikan militer,” pungkasnya.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *