Ketua BEA Jabar, Asep Suherman: Kolaborasi Engineer dan Pemerintah Harus Diperkuat
Ketua BEA Jawa Barat, Asep Suherman, pada penyelenggaraan Gathering Ketiga BEA Jawa Barat 2026
BANDUNG, SalZa News – Building Engineers Association (BEA) Jawa Barat kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam pengelolaan bangunan gedung melalui penyelenggaraan Gathering Ketiga BEA Jawa Barat 2026 bertema Water Technology Management di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung, Sabtu (17/1/2026).
Ketua BEA Jawa Barat, Asep Suherman, menyampaikan bahwa forum tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang konsolidasi profesi untuk memperkuat kerja sama antara engineer, vendor, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjawab tantangan pengelolaan bangunan yang semakin kompleks.
Menurut Asep, BEA Jawa Barat sejak awal dibentuk sebagai asosiasi profesi yang berorientasi pada kolaborasi dan peningkatan kualitas pengelolaan gedung, bukan sebagai entitas bisnis. Karena itu, kegiatan gathering menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan lintas sektor.
“Kepercayaan itu tercermin dari meningkatnya partisipasi vendor setiap tahun. Dari 55 vendor pada kegiatan perdana, bertambah menjadi 65 pada tahun kedua, dan kini mencapai 85 vendor,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa BEA Jawa Barat dinilai mampu menjadi jembatan antara kebutuhan teknis pengelolaan bangunan dan solusi yang ditawarkan oleh para pelaku industri.
Saat ini, jumlah anggota BEA Jawa Barat telah mencapai sekitar 600 engineer yang tersebar di berbagai daerah. Untuk memperluas peran dan jangkauan organisasi, BEA Jawa Barat berencana membuka cabang di sejumlah wilayah, termasuk Tasikmalaya dan Cirebon.
“Langkah ini kami tempuh agar peran engineer tidak terpusat di kota besar saja, tetapi juga hadir mendukung pembangunan di daerah,” kata Asep.
Terkait tema kegiatan, Asep menjelaskan bahwa Water Technology Management menyoroti pentingnya pengelolaan air limbah gedung yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Ia menekankan perlunya kepatuhan terhadap regulasi terbaru Kementerian Lingkungan Hidup yang mengatur parameter pengelolaan air limbah secara lebih rinci.
“Regulasi ini menjadi acuan agar pengelolaan air limbah berjalan aman, terukur, dan tidak berdampak buruk bagi lingkungan,” jelasnya.

BEA Jawa Barat, lanjut Asep, juga menyatakan kesiapan untuk terlibat lebih jauh sebagai mitra teknis atau technical advisor bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam pengelolaan dan perawatan bangunan gedung milik pemerintah.
Di sisi lain, Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat, Achmad Haidar, S.T., M.T., yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), menilai keberadaan building engineer memiliki peran krusial dalam memastikan bangunan berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.
Ia menuturkan bahwa masifnya pembangunan gedung bertingkat, fasilitas kesehatan, pusat perbelanjaan, hingga kawasan industri di Jawa Barat harus diimbangi dengan pengelolaan bangunan yang mengedepankan keselamatan, efisiensi, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Bangunan yang baik bukan hanya terlihat megah, tetapi mampu beroperasi secara aman, efisien, dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Achmad Haidar menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong penerapan konsep green building, efisiensi energi, serta pengelolaan limbah gedung sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan dan mendukung target net zero emission.
Ia pun mengapresiasi peran BEA Jawa Barat dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta konsistensi penerapan standar teknis bangunan.
“Kami menyambut baik komitmen BEA Jawa Barat dalam mendukung kualitas pembangunan dan kepedulian terhadap lingkungan,” tutupnya.

Selain rangkaian diskusi dan penguatan jejaring profesi, Gathering Ketiga BEA Jawa Barat 2026 juga dimeriahkan dengan pembagian berbagai doorprize berupa televisi, kulkas, mesin cuci, serta uang tunai jutaan rupiah, dengan satu unit sepeda motor sebagai grand prize utama.
(Sinta)
